Oleh : Linny Oktovianny
KHASANAH kesusastraan daerah di Indonesia tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kesusastraan tersebut lahir dari berbagai etnis, suku bangsa, yang berbeda gagasan, nilai, norma, dan aturan. Hal itu mencerminkan kekayaan khasanah kesusastraan daerah di Indonesia yang beragam baik bentuk maupun isi.
Sumatera Selatan merupakan
salah satu daerah di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan tradisi lisan.
Tradisi lisan tersebut mencakup segala hal yang berhubungan dengan sastra,
sejarah, biografi, dan berbagai pengetahuan serta jenis kesenian disampaikan
dari mulut ke mulut.
Tradisi lisan Sumatera
Selatan sangat luas bagaikan hutan belantara yang masih memerlukan sentuhan
intelektual untuk menggali sumber-sumber atau potensi fakta dan budaya yang
masih tersembunyi. Potensi dan fakta tersebut menurut Edy Sedyawati, paling
tidak meliputi: (1) sistem genealogi; (2) kosmologi dan kosmogoni; (3) sejarah;
(4) filsafat, etika, dan moral; (5) sistem pengetahuan (local knowledge),
dan kaidah kebahasaan dan kesastraan.
Salah satu bentuk tradisi
lisan adalah sastra lisan. Menurut Shipley, sastra lisan adalah jenis atau
kelas sastra tertentu yang dituturkan dari mulut ke mulut, tersebar secara
lisan, anonim, dan menggambarkan kehidupan masa lampau. Sastra lisan mencakup
bahasa rakyat, ungkapan tradisional, pertanyaan tradisional, cerita prosa
rakyat, dan nyanyian rakyat. Cerita prosa rakyat dibagi menjadi tiga golongan
besar, yaitu: mite, legenda, dan dongeng.
Cerita prosa rakyat Sumatera
Selatan yang maih tetap bertahan dan dikenal masyarakat adalah cerita mengenaiPuyang-puyang.
Cerita Puyang hampir terdapat di berbagai daerah
di Sumatera Selatan. Cerita Puyang ini menjadi suatu cerita yang unik
karena hanya dapat ditemukan di wilayah Sumatera Selatan_namun perlu dilakukan
kajian dan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini_. Daerah lain di Indonesia juga ada
cerita prosa rakyat yang memiliki tokoh sakti atau tokoh hebatan atau wira atau
pahlawan dengan nama yang berbeda-beda.
Cerita Puyang biasanya dewa atau pahlawan
kebudayaan ketika dunia belum seperti sekarang ini. CeritaPuyang hadir dan berakar pada kwalitas
pemiliknya yang sekaligus sangat memercayainya dan mengagung-agungkannya.
Cerita Puyang merupakan produk budaya yang
disampaikan secara terus-menerus dan turun-temurun melalui pewarisan lisan.
Terkadang disertai bukti-bukti sejarah, seperti benda-benda dan temapat-tempat
keramat (makam atau tapak tilas) yang mendukung keberadaanPuyang-puyang.
Puyang diyakini oleh masyarakat Sumatera
Selatan sebagai tokoh sakti yang merupakan sossok nenek moyang (keturunan)
etnik tertentu di Sumatera Selatan. CeritaPuyang umumnya menampilkan tokoh dengan
penampilan luar biasa. Keluarbiasaan biasanya ditandai dengan berbagai sifat
yang tidak dimiliki oleh manusia biasa, di antaranya berupa tampilan sebagai
manusia dengan sifat-sifat yang diidam-idamkan, yang mengherankan, atau yang
menakutkan. Penampilan citra seperti itu sangat tergantung pada selera dan
konteks masyarakat tempat lahirnyaPuyang-puyang tersebut.
Di Besemah kita begitu
mengenal sosok Atong Bungsu, yang diyakini sebagai tokoh yang dimitoskan oleh
masyarakat setempat sebagai tokoh sakti pembawa pembaharuan. Ada pula Si Pahit
Lidah yang diyakini masyarakat di beberapa daerah di Sumatera Selatan juga
sebagai tokoh yang dimitoskan. Kisah hidup Si Pahit Lidah begitu populer di
kalangan masyarakat Sumatera Selatan.
Cerita Puyang Sumatera Selatan yang pernah
diinventaris dan diteliti, antara lain:
(1) Puyang Belulus (Besemah)
(2) Puyang Tungkuk (Besemah)
(3) Puyang Kerbau Menyeberang (Besemah)
(4) Puyang Siak Mandi
Api (Besemah)
(5) Puyang Tanjung (Besemah)
(6) Puyang Bege (Besemah)
(7) Puyang Depati
Konedah (Musi)
(8) Puyang Ronan (Musi)
(9) Puyang Remanjang
Sakti (Enim)
(10) Puyang Gadis (Lematang)
(11) Tuan Puyang Ndikat (Lematang)
(12) Puyang Rakian Sakti dengan Ratu Acih (Aji)
Cerita Puyang biasanya memiliki ciri-ciri
tertentu dan merupakan sosok yang sangat hebat dan superior. Tokoh tersebut
seolah-olah selalu tahu apa yang terjadi dan akan terjadi. Ia adalah sosok yang
hampir tidak pernah kalah dalam segi apapun (mengalahkan dirinya dan orang
lain). Kesaktian dan keajaiban yang dimilikinya sangat disegani oleh
pengikutnya maupun musuh-musuhnya. Umumnya cerita Puyang-puyang tersebut senantiasa membawa
pertolongan demi penyelamatan orang-orang yang berhati baik dan memiliki
kebenaran dari orang-orang jahat yang menganiaya atau menzaliminya.
Puyang merupakan orang sakti atau orng suci dan bahkan
kadang-kadang bagi sebagian pewaris aktifnya dianggap sebagai Dewa. Selain itu, Puyang adalah sosok yang baik hati bukan
hanya kepada manusia tetapi makhluk lain, seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Puyang dapat pula berlaku sebaliknya kepada orang-orang jahat
dan berkelakuan buruk. Dengan kesaktiannya yang luar biasa Puyang-puyang tersebut dapat menumpahkan
kemarahannya dengan hukuman yang berat, bahkan mengutuknya. Nama Puyang-puyang biasanya sangat akrab dan dikenal
luas di tengah masyarakat hingga kini.
Sumber tulisan:(http://kampoengilir.blogspot.com)
